Bibit Pisang Cavendis

 

BIBIT PISANG CAVENDIS

Bibit pisang cavendis adalah jenis pisang yang baru naik daun sekarang ini, dengan keunggulan yang dimiliki. Pisang cavendis sangat banyak diminati karena buah yang berwarna kuning, buahnya lebat, pohon pendek berbuah hingga dijual di pasar modern atau supermarket. Karakter buahnya sendiri sanggat diperhitungkan karena tidak mudah busuk ( awet).

Bibit Pisang Cavendis Unggul di Jogja
Bibit Pisang Cavendis Unggul

Minat budidaya pisang cavendis,? Kami Sobat Kebun menyediakan bibit pisang dengan kualitas super.

Sebelum berkebun, sialahkan simak penjelasan dibawah ini mengenai pemilihan bibit pisang cavendis yang unggul, persiapan tanam hingga perawatan.

Sifat Tanaman Buah

            Pisang adalah tanaman buah tahunan sehingga sepanjang tahun akan berbuah dan selalu diproduksi sampai berhenti berproduksi lagi [1].

Kriteria Bibit Pisang Cavendis Terbaik

Berikut beberapa ciri-ciri bibit tanaman buah yang sehat dan unggul [1]:

1.      Vigor. Artinya, tanaman dalam kondisi subur dan tegap.

2.      Daun bibit mulus dan tidak ada hama penyakit. Warna daun bibit hijau cerah atau pucuknya berwarna hijau atau merah muda. Jika sedang kondisi stagnan, daunnya berwarna hijau tua yang mengkilap. Jika ada bekas serangan hama dan penyakit serta menggulung, sebaiknya tanaman diwaspadai.

3.      Batang bibit sehat, lurus, kulit batang cerah beralur, potongan cabang/dahan tidak dipaksakan, serta bentuk proporsional atas dengan bawahnya. Batang atas harus tegak mengarah ke atas, tidak bengkok,atau merunduk ke bawah. Untuk bibit yang lebih dari satu meter, pilih bibit yang ada percabangannya. Tananaman yang baik memiliki banyak cabang ke semua arah serta tajuknya rimbun. Selain itu, batang bebas dari jamur yang menempel dan hama, seperti bulatan putih (kutu putih) serta penggerek atau bekas sayatan.

Bibit Pisang Cavendis Kuning
Bibit PisangCavendis Kuning

4.      Akar bibit memiliki banyak akar serabut. Bahkan, akar serabut sudah sampai ke tepian polybag atau menembus polybag dan akar tampak putih.

5.      Bibit yang sudah berbuah diperhatikan kerontokan daun dan bentuk buahnya. Sebaiknya daun tidak rontok. Bentuk buah harus sempurna, tidak berulat, proposional, tidak mengecil, warna kulit buah cerah, atau biasanya berminyak atau ada bubuk putihnya.

Tempat Tumbuh

Tempat tumbuh pisang cavendis sama dengan pisang-pisang pada umumnya, yaitu di lahan pekarangan.

Kesesuaian Tempat Tumbuh

Dataran 0-800 m dpl (25 – 30o C) merupakan tempat tumbuh pisang, datarang tersebut digolongkan sebagai dataran rendah dan beriklim basah.

Persiapan Penanaman Bibit [1]

            Bersihkan dan gemburkan tanah terlebih dahulu agar aerasi udara dalam tanah menjadi lancar, gas-gas beracun bisa lepas ke udara bebas, dan akar tanaman bisa tumbuh leluasa untuk menyerap unsur hara dan air.

1.      1. Pembuatan Lubang Tanam

Sebelumnya, lahan di sekitar lubang penanaman dibersihkan dari gulma, tanaman lain, dan batu-batu. Setelah itu, lubang tanam dibuat dengan ukuran 60 cm x 60 cm dengan kedalaman 60 cm. Pisahkan lapisan atas (top soil/bagian tanah yang subur) dengan tanah lapisan bawah (bagian tanah yang kurang subur). Caranya, gali tanah hingga kedalaman 30 cm dari permuaan tanah (top soil), lalu letallam di samping lubang tanam. Selanjutnya, gali kembali 30 cm ke bawah (tanah lapisan bawah), lalu letakkan disamping lubang tanah yang berlawanan dengan lapisan atas. Biarkan lubang tanam selama satu miggu dalam kondisi terbuka. Tujuannya agar lubang cukup terkena paparan sinar matahari serta oksigen yang cukup dari udara. Selain itu, hama dan penyakit dalam tanah akan mati terkena sinar matahari.

2.      Pemberian Pupuk Dasar

Tanaman buah harus di tanam di tanah subur dengan kandungan humus yang tinggi. Tanah yang cocok untuk berkebun adalah yang berstruktur remah, yakni yang gumpalannya kecil dan memiliki pori-pori sehingga mampu membentuk sirkulasi udara dan resapan air dengan baik. Cara memperoleh jenis tanah tersebut salah satunya dengan mencampurkan kompos. Adapun kebutuhan tanaman buah akan unsur hara makro (N, P, dan K) serta unsur hara mikro, seperti Ca, Mg, dan S dapat dipenuhi melalui pemupukan secara rutin.

peking bibit pisang cavendis siap tanam
Peking Bibit Pisang Cavendis


Sebelum dilakukan penanaman sebaiknya diberikan pupuk dasar ke dalam lubang tanam. Umumnya pupuk dasar yang digunakan ada;ah pupuk kandang, seperti kotoran sapi, pupuk kotoran kerbau, dan pupuk kotoran kambing atau domba. Pupuk kandang yang digunakan harus matang. Ciri-cirinya adalah pupuk sudah tidak panas, berwarna hitam, gembur atau tidak lengket, dan baunya tidak menyengat. Selain pupuk kandang, pupuk dasar dapat menggunakan pupuk kompos.

Pupuk dasar diberikan dengan cara dicampurkan ke dalam tanah lapisan bawah, misalnya pupuk kandang sebanyak 25-30 kg, lalu aduk rata. Setelah itu, masukkan tanah lapisan atas ke dalam lubang tanam dan diikuti tanah lapisan bawah. Selanjutnya, dapat diberikan ajir tepat di tengah lubang tanam sebagai petunjuk bibit yang akan ditanam.

Perbandingan media tanam untuk bibit pisang cavendis adalah 3:1:1 (tanah:pupuk kandang:sekam) atau 2:1 (tanah:pupuk kandang). Andaikan pada satu pekarangan di tanam beberapa tanaman buah, agar semua tanaman mendapat sinar matahari yang cukup, tanamlah tanaman buah yang berukuran kecil di bagian timur dan yang berukuran besar di bagian barat. Pisang, memiliki kadar air yang tinggi pada tumbuhannya. Selain termasuk ke dalam tanaman yang tinggi dan berdaun lebar, tanaman ini sangat berpotensi menghalangi sinar matahari masuk dari sela-sela tumbuhannya. Apalagi bawah daun pisang sangat sejuk. Oleh karenanya saat penanaman, pilihlah arah ke bagian barat supaya tidak menghalangi pohon-pohon lain yang ingin mendapatkan sinar matahari.

Demikian penjelasan mengenai cara budidaya pisang cavendis dari kami, semoga bermanfaat dan menamabah wawasan bagi kita semua. Untuk pentanyaan atau order bibit silahkan hubungi kontak kami. Bisa juga langsung klik tombol wa di pojok bawah lho ya,,,

Terima kasih,

REFERENSI

[1] Wijaya & Dewi, T.Q. (2015). Bertanam 13 Tanaman Buah di Pekarangan. Jakarta: Penebar                 Swadaya. ISBN (13) 978-979-002-700-8

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hama Penyerang Tanaman Mangga

Jeruk Santang Madu